Sepak bola dilarang selama pemerintahan Taliban di Afghanistan dari 1996-2001 dan stadion Ghazi di Kabul digunakan sebagai tempat untuk eksekusi dan hukum rajam. Tapi hal ini berubah semnjak kemarin di adakan pertandingan persahabatan antara Afganistan dengan Pakistan dengan skor akhir 3-0 dengan kemenagan dari Afganistan.
Disiarkan secara langsung di TV, laga tersebut juga dipandang sebagai satu indikasi dari upaya kembalinya ke dalam keadaan normal setelah perang selama beberapa dekade.
"Hal itu memperlihatkan bahwa setelah periode yang sulit, kami kembali ke normalitas," tutur Sekjen Persatuan Sepak Bola Afghanistan, Sayed Aghazada kepada FIFA.com.
"Sepakbola Afghnistan sudah meningkat dari segi organisasi dan prasarana, dan kami yakin bahwa sepak bola bisa memainkan peran yang lebih besar di negara kami."
Wartawan BBC di Kabul, Karen Allen, melaporkan pertandingan memicu nasionalisme kedua belah pendukung tim. Minat atas pertandingan amat tinggi dan tiket terjual habis. Ini adalah pertandingan pertama kedua negara tersebut semenjak 30 tahun terakhir. Pertandingan ini digelar sepekan menjelang pertemuan para pemimpin politik Afghanistan dan Pakistan.
Sekjen Federasi Sepak Bola Pakisatan Ahmad Yar Khan Lodhi, mengungkapkan harapannya bahwa pertandingan akan membantu mempererat hubungan kedua negara. Seperti diketahui saat ini peringakat pakistan adalah di urutan 167 sedangkan afganistan memang jauh lebih baik yakni di peringkat 139 dunia.
(inpil/banks)
dikutip dari BBC






0 comments:
Post a Comment