Paris Saint-Germain masih belum mencicipi kemenangan sekalipun setelah ditahan imbang Ajaccio, 1-1, di Parc des Princes, Senin dinihari WIB.
Padahal, skuad Laurent Blanc itu bermain dominan dengan statistik yang amat kuat: PSG menguasai bola 81 persen, sementara Ajaccio "hanya" 19 persen. PSG juga berhasil melepas 37 tendangan dengan 15 di antaranya on target, sedangkan Ajaccio sekali melesakkan sepakan, tapi satu-satunya momen itu krusial karena berujung gol. Setelah tertinggal 1-0, Les Parisien harus berjuang keras mengejar ketinggalan hingga jelang berakhirnya laga.
Ajaccio membuat publik tuan rumah terkejut bukan main pada menit ke-10 lewat gol dari Benoit Pedretti. Sang gelandang sukses memaksimalkan umpan yang dikirim Sigamary Diarra untuk membawa pasukan Fabrizio Ranavelli memegang kendali laga satu bola.
Tensi tuan rumah seketika meninggi begitu tertinggal satu gol. Tim tamu pun nyaris dibuat tak bernafas dengan serangan demi serangan yang digencarkan Thiago Silva cs. Tapi loyalis PSG butuh waktu sampai menit ke-87 untuk duduk lega.
Sang bintang baru berbanderol £54 juta, Edinson Cavani, akhirnya mampu menyeimbangkan kedudukan tiga menit sebelum bubaran setelah dia menciptakan ruang kosong di tepi box Ajaccio sebelum menghujam bola melewati kiper Guilermo Ochoa, yang di laga ini tampil amat sangat brilian mematahkan serentet peluang-peluang berbahaya klub ibu kota.
PSG sejatinya nyaris membalikkan keadaan di pengujung waktu normal. Tapi sayang, Baptise Pierazzi berhasil menyapu bersih di garis gawang upaya Ezequiel Lavezzi dan usaha Thiago Silva yang menabrak mistar gawang.
Hasil ini pun membuat PSG tertinggal empat poin dari rival-rival dekatnya di papan atas seperti Olympique Marseille, Olympique Lyon, AS Monaco dan AS Saint-Etienne.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment