Dalam beberapa hari terakhir, jenggot yang dimiliki seseorang sebagai simbol kesalehan, berubah menjadi suatu hal yang dapat menarik kecurigaan dari pasukan keamanan di pos-pos pemeriksaan di Ibu Kota Kairo dan sebagai cara untuk menyerang kelompok gerakan Islam, seperti dilansir situs the Huffington Post, Jumat (23/8).
"Saya berada di sebuah taksi menuju kamar mayat untuk membawa jenazah teman saya yang tewas dalam demonstrasi. Saya diberhentikan oleh sekelompok orang yang main hakim sendiri karena saya memiliki jenggot," kata Abdul Salam Badr. Karena ia diduga loyalis Mursi dan anggota Ikhwanul Muslim.
Hal yang menyelamatkan dirinya kala itu adalah karena dia sedang membawa jenazah. Setelah itu, dia kemudian mencukur jenggotnya di sebuah salon kecil. "Ini karena hidup menjadi lebih aman tanpa jenggot."
Para pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi, yang merupakan anggota Ikhwanul Muslimin, kini kerap diburu oleh pasukan keamanan Mesir.Media lokal dan pemerintah secara keseluruhan memberi label kepada Ikhwanul Muslimin sebagai teroris.
Jenggot dan cadar, yang sering dikarakteristikkan dengan Islam, menjadi suatu hal yang disangkutpautkan sebagai dukungan terhadap Ikhwanul Muslimin. Beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin memang berusaha untuk mempromosikan pemakaian cadar selama selama masa pemerintahan Mursi. Tetapi sekarang simbol-simbol keagamaan itu hanya sebuah kewajiban.
(inpil/banks)
sumber gambar liputan6.com
(inpil/banks)
sumber gambar liputan6.com






0 comments:
Post a Comment