Tim Penyelamat Filipina Senin kembali berhasil mengambil beberapa tubuh korban kapal tabrakan pekan lalu.
Jumlah orang dipastikan tewas dari bencana yang di Filipina selatan itu menjadi 52 orang, ujar tim Penjaga Pantai Filipina. 68 orang lainnya masih hilang dan 750 telah diselamatkan, katanya.
Para penyelam menemukan mayat seorang anak hari Senin dekat lambung MV St Thomas Aquinas, feri cekung, pejabat Filipina News Agency melaporkan.
Mereka kemudian berhasil masuk kompartemen kapal dan memulihkan tubuh lebih banyak, kata lembaga itu, mengutip Letnan Cmdr. Gregory fabic, juru bicara angkatan laut.
Tim lain penyelam diharapkan tiba di kemudian hari untuk membantu dengan upaya pencarian dan penyelamatan, kata fabic.
Tabrakan terjadi sekitar 21:00 Jumat di Selat Mactan sekitar 2 km sebelah barat laut dari Kota Cebu, ibukota provinsi Cebu.
St Thomas Aquinas datang dari Butuan Kota terdekat bila terjadi tabrakan. Kapal kargo, Sulpicio, yang memiliki sekitar 20 orang di atas kapal, meninggalkan Cebu Davao, sebuah daerah di pulau Mindanao.
Para penumpang feri tenggelam, tetapi tidak sebelum mengirimkan panggilan darurat didengar oleh pejabat Coast Guard.
Kapal kargo yang terlibat dalam kecelakaan itu - bersama dengan angkatan laut, Coast Guard dan kapal komersial - membantu dalam upaya penyelamatan.
Foto dari adegan menunjukkan lubang besar robek di haluan kuning Sulpicio tersebut.
Jika kita harus mengingat salah satu bencana kapal yang tenggelam yang paling terburuk dalam sejarah dunia terjadi pada tanggal 20 Desember 1987, yang juga terjadi di Filipina.
1.700 orang lebih dari total 4.000 orang tewas ketika feri Dona Paz bertabrakan dengan sebuah kapal tanker minyak di Selat Tablas. Laporan jumlah korban juga bervariasi, dan beberapa pihak yang dilansirt mengatakan bahwa Dona Paz saat itu memang sangat penuh sesak.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment