Home » , » Minyak Tumpah Insiden Feri Filipina Mencemari Laut Filipina

Minyak Tumpah Insiden Feri Filipina Mencemari Laut Filipina


Insiden Feri di Filipina selatan beberapa saat yang lalu sejauh ini menewaskan lebih dari 60 orang dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang yang ternyata juga berubah menjadi bencana lingkungan untuk daerah di sekitar tempat kejadian akibat bahan bakar tumpah yang mencemari garis pantai.

St Thomas Aquinas, feri yang tenggelam pekan lalu setelah bertabrakan dengan kapal kargo di dekat pelabuhan Cebu, menyebabkan puluhan ribu liter bahan bakar dan oli mesin yang terdapat di kapal itu menyebar ke perairan.

Sekarang, para pejabat setempat mengatakan, minyak yang menyebar itu telah merusak lahan perikanan dan memasuki pantai.

"Kami memiliki area perikanan terbesar di Cebu, 3.000 hektar, dan semua itu tertutup minyak," kata Walikota Cordova, Andelino Sitoy, sebuah kota tepi laut Cebu.

Sitoy mengatakan tumpahan tersebut menyebabkan masalah pada tiga bagian depan, seperti are lepas pantai, hutan bakau di mana banyak ikan menemukan makanan mereka dan juga dasar laut, yang merupakan rumah bagi kerang dan belut.


Pemilik feri, 2GO, mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mencoba untuk membatasi kerusakan, termasuk penggunaan kapal tunda dengan peralatan penahan tumpahan dan menyewa ahli tumpahan minyak.

Tapi 20.000 liter solar, 120.000 liter bahan bakar bunker dan 20.000 liter minyak pelumas yang dibawa St Thomas sudah menyebar.

Nelayan lokal sudah kehilangan penghasilan mereka karena tumpahan itu, Sitoy mengatakan, perkiraan kerugian biaya sebesar 50 juta peso ($ 1.140.000).

"Kami tidak tahu berapa banyak dampak yang akan, itu tergantung pada pemulihan dasar laut," katanya.

Wisatawan lokal dan mancanegara biasa datang ke Cordova dengan makan makanan laut, kata Sitoy, dan daerah itu juga memasok makanan laut untuk sebagian besar Cebu.

Kota ini juga rumah bagi sejumlah hotel dan resort


Cordova terletak di Ledge Lawis, selat di mana St Thomas dilaporkan telah menabrak kapal kargo, Sulpicio Express, pada Jumat malam.

Tabrakan itu merobek dan membuat lubang besar di haluan kapal kargo, tapi kapal itu tidak tenggelam.

Upaya penyelamatan kecelakaan tersebut berhasil menyelamatkan 750 penumpang dari feri. Dan dalam beberapa hari terakhir, penyelam hanya menyelamatkan beberapa mayat dari bangkai kapal tenggelam.

Jumlah korban dikonfirmasi saat ini mencapai 64 dan 56 orang masih hilang, ujat Penjaga Pantai Filipina Selasa.

Lawis Ledge, yang mengarah ke pelabuhan Cebu, memang dianggap daerah yang berbahaya bagi kapal menurut CNN

Penjaga pantai Filipina telah mencatat beberapa kecelakaan di selat itu dalam beberapa tahun terakhir.

Para penjaga pantai berencana untuk menyertakan rekomendasi untuk mengatasi masalah-masalah di selat dalam penyelidikan tenggelamnya feri.(inpil/auw)


0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS