Sebuah gempa berkekuatan 6,5 skala richter melanda Selandia Baru pada Jumat kemarin, dan menyebabkan tergganggunya transportasi dan menjebak orang di lift.
Namun pihak berwenang mengatakan tidak ada laporan kerusakan serius.
"Kami berhasil melewati musibah ini," kata Vince Cholewa, juru bicara kementerian pertahanan sipil. "Ada bangunan yang telah kehilangan beberapa plester dan beberapa retakan di dinding .. sejauh init idak ada kerusakan yang besar"
Episentrum gempa berada di dekat ujung utara negara itu, 14 km sebelah selatan dari kota Blenheim, kata US Geological Survey. Gempa terjadi pada pukul 02:31 waktu setempat dan diikuti oleh serangkaian gempa susulan.
Gempa itu juga dirasakan di ibukota, Wellington, di sisi lain dari Selat Cook yang terletak di antara dua pulau utama Selandia Baru.
"Ini sangat menakutkan," kata Cholewa, yang berbasis di Wellington. "Aku berada di lantai delapan gedung dan bergetar hingga tempatku berada. Aku berlari ke bawah meja."
Sejumlah orang juga dibebaskan dari lift yang berhenti di gedung-gedung di kawasan bisnis pusat, kata polisi Wellington.
Layanan kereta api masuk dan keluar dari Wellington dihentikan, bertambahnya kemacetan karena banyak orang meninggalkan kota dengan mobil dan berjalan kaki.
NZX, pusat bursa Wellingtona, menghentikan sementara perdagangannya setelah gempa.
Awalnya dilaporkan bahwa gempa berkekuatan lebih tinggi dan mencapai 6,8 dan gempa bumi melanda pada kedalaman 6,2 mil, kata USGS.
The Pacific Tsunami Warning Center dan otoritas Selandia Baru mengatakan tidak ada ancaman tsunami.
Selandia Baru terletak di ujung barat daya Pasifik "cincin api," area aktivitas seismik dan vulkanik tinggi yang membentang hingga melalui Jepang, menyeberang ke Alaska dan ke bawah pantai barat Amerika Utara dan Selatan.
Pada Februari 2011, sebuah gempa berkekuatan 6,3 skala Richter menggulingkan bangunan di Pulau Selatan kota Christchurch, yang menewaskan 185 orang dan melukai beberapa ribu warga lainnya.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment