Uni Eropa (UE) secara resmi menghentikan kerjasama militernya dengan pihak Mesir. Negara-negara anggota UE pun dilarang menjual senjata mereka ke Mesir yang dapat digunakan untuk menyerang warga.
Keputusan itu keluar setelah aksi represif yang dilakukan militer Mesir kepada demonstran Ikhwanul Muslimin. Tentara Mesir tidak segan-segan menembaki pendemo yang awalnya bersikap damai.
Penghentian kerjasama hanya dilakukan di bidang militer. Sementara bantuan kemanusiaan tetap akan dikirimkan ke Negara Firaun itu.
“Kami meminta semua pihak menghentikan kekerasan dan memulai dialog,” ujar Kepala Hubungan Luar Negeri Catherine Ashton, seperti dikutip BBC.
UE berharap tindakannya itu dapat menekan pihak militer untuk menghentikan kekerasan. Namun, banyak meragukan langkah yang diambil UE akan efektif karena Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi tidak melakukan hal yang serupa. AS dan Arab Saudi adalah rekan utama militer Mesir.
UE mengaku sempat menengahi perundingan antara militer Mesir dengan Ikhwanul Muslimin. Perundingan itu gagal karena pihak militer tidak mau berkompromi.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment