Presiden Barack Obama menegaskan pihaknya siap untuk menghentikan rencana serangan ke Suriah bila Presiden Suriah Bashar al Assad bersedia menyerahkan senjata kimia yang diduga dimilikinya.
Obama sebelumnya bercanan untuk mengatasi Presiden Assad yang diduga menggunakan senjata kimia terhadap warga sipilnya dengan mengirim pasukan ke Damaskus. Namun semua itu masih belum dapat dibuktikan oleh tim inspeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memeriksa dugaan senjata kimia itu.
Rusia yang selama ini dikenal menolak rencana serangan itu, mengajukan proposal kepada AS untuk mengendalikan senjata kimia suriah oleh dunia internasional. Menurut Obama, bila berhasil, tentunya rencana ini akan menjadi sebuah terobosan bila terwujud.
Obama menambahkan, apa yang diajukan oleh Rusia bisa menjadi pertimbangannya untuk menghentikan serangan ke Suriah yang sudah direncanakannya.
"Tentunya (akan dihentikan serangan itu), bila fakta tersebut (tidak ada senjata kimia) memang ada," ujar Obama, seperti dikutip ABC News, Selasa.
Paling tidak menurut Obama, rencana pembatalan serangan ke Suriah itu bisa diputuskan selama dua pekan menjelang pemungutan suara Kongres AS. Tetapi dengan catatan, Assad benar-benar siap untuk menyerahkan senjata kimia miliknya.
Selama ini, AS sudah mempersiapkan serangan militer ke Suriah, terkait dugaan senjata kimia tersebut. Tetapi belum ada bukti jelas mengenai serangan yang dikabarkan menewaskan sekira 1.700 warga Suriah.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment