Yah, tidak butuh waktu lama BlackBerry berencana untuk menjadi perusahaan swasta/private dalam kesepakatan yang bernilai hanya $ 4,7 miliar.
Pemegang saham terbesar BlackBerry, perusahaan asuransi Kanada Fairfax Financial, berharap untuk membeli pembuat smartphone itu sebesar $ 9 per saham.
Itu premi yang sangat rendah untuk sebuah perusahaan yang dulunya mendominasi pasar smartphone. Sebelum pengumuman pada hari Senin, BlackBerry nilai sahamnya pada $ 8,24 per saham. Padahal pada Jumat, saham BlackBerry diperdagangkan pada lebih dari $ 10.
Tapi pemegang saham berpandangan skeptis bahwa kesepakatan Fairfax bahkan bisa menjadi sukses: Saham BlackBerry diperdagangkan sedikit di bawah jumlah yang Fairfax tawarkan pada hari Senin.
Kesepakatan yang diusulkan terjadi hanya tiga hari setelah BlackBerry mengumumkan laporan triwulan keuanganannya, mereka mengalami $ 1 miliar kerugian pada kuartal terakhir dan berencana untuk memberhentikan sekitar 4.500 stafnya.
Dan Fairfax, yang telah memiliki sekitar 10% saham di BlackBerry, adalah ksatria putih yang mungkin bagi sebuah perusahaan itu sangat butuhkan. CEO Fairfax, Prem Watsa mengatakan kesepakatan itu "akan membuka bab baru yang menarik untuk BlackBerry," dan bahwa hal itu akan "memberikan nilai langsung kepada pemegang saham."
Mengingat perjuangan BlackBerry, tawaran go-private/swasta datang lebih cepat. Sudah satu bulan sejak BlackBerry mengatakan dewan direksi telah membentuk sebuah komite khusus untuk melihat "alternatif strategis" bagi perusahaan - termasuk kemungkinan penjualan.(Sebagai bagian dari pengumuman itu, Watsa mengundurkan diri dari posisinya untuk menghindari "potensi konflik.")
Penawaran Fairfax belum mencapai kesepakatan, namun. Pimpinan BlackBerry, Barbara Stymiest mengatakan perusahaan akan mempertimbangkan kesepakatan "lebih besar", dan perusahaan itu akan menunggu sampai 4 November untuk menemukan tawaran yang lebih baik sebelum mengajukan rencana Fairfax kepada pemegang saham .
Jika BlackBerry tidak menerima beberapa tawaran, perang penawaran bisa pecah. Jum'at kemarin, New York Times mencatat laporan yang mengatakan salah satu pendiri BlackBerry dan mantan CEO Mike Lazaridis telah mendekati perusahaan ekuitas swasta tentang membuat tawaran untuk perusahaan itu.
Jika kesepakatan sesuai dengan Fairfax, kemungkinan akan menjadi bantuan besar bagi BlackBerry - dan tantangan besar bagi Fairfax.
Sementara itu, saingan BlackBerry seperti Apple, Google dan Microsoft telah bekerja keras untuk meningkatkan keamanan mereka dan kemampuan pengiriman e-mail.
Blackberry 10, sistem operasi yang dimaksudkan untuk menyelamatkan perusahaan, ditunda beberapa kali. Jadi jika ponsel terbarunya masih menunggu platform baru, artinya mereka meninggalkan pelanggan BlackBerry tanpa ponsel baru untuk di beli. Tapi BlackBerry 10 akhirnya diluncurkan pada bulan Januari, tapi penjualan ponsel baru dengan platform barunya telah sangat mengecewakan.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment