Tiga ledakan mengguncang timur laut Myanmar menybabkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka, seorang pejabat mengatakan kepada CNN Kamis.
Menurut Sai Tin Ooo, seorang anggota parlemen di negara bagian Shan - yang berbatasan dengan China - ledakan pertama terjadi pada Rabu malam tidak menyebabkan cedera. Dua ledakan lainnya pada Kamis pagi menewaskan satu orang dan melukai dua orang lainnya.
Polisi setempat mengkonfirmasi insiden tetapi tidak dapat menyediakan rincian lebih lanjut.
Ledakan pada Kamis itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian ledakan di Myanmar. Senin malam, sebuah bom rakitan meledak di Traders Hotel mewah di bekas ibukota Yangon, merupakan tujuan populer bagi pengunjung internasional, melukai seorang wanita Amerika, menurut polisi.
Seorang tersangka 27 tahun ditangkap Selasa pagi di negara tenggara Mon sehubungan dengan pemboman di Traders, Agence France-Presse.
Dia sebelumnya telah tinggal di ruangan di mana ledakan itu terjadi, AFP, mengutip sumber-sumber polisi.
Seorang tersangka lanjut sedang dicari oleh pihak berwenang sehubungan dengan ledakan Jumat lalu di sebuah wisma di kota Taunggu, sekitar 65 kilometer (40 mil) dari ibukota Naypyidaw, yang menewaskan seorang pria dan seorang wanita, kata AFP.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan, sementara polisi tidak mengatakan apakah mereka terhubung.
Pemerintah Barat telah memberi peringatan pada warga negaranya untuk berhati-hati ketika bepergian di Myanmar.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment