Sebuah pengadilan Thailand pada hari Kamis mendakwa mantan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva atas tuduhan pembunuhan atas tindakan keras berdarah terhadap demonstran anti-pemerintah pada tahun 2010 yang menewaskan sekitar 90 orang tewas.
Surat dakwaan tersebut, selama sesi pengadilan tertutup, datang pada saat Bangkok tengah diguncang oleh putaran baru protes destabilisasi. Aksi ini dipimpin oleh sekutu Abhisit, yang kini pemimpin oposisi Partai Demokrat.
Bandit Siripan, pengacara Abhisit, mengatakan kepada CNN bahwa mantan perdana menteri membantah tuduhan pembunuhan terhadap dirinya dan dibebaskan setelah membayar uang 1,8 juta baht (US $ 56.000).
"Pra-Persidangan diharapkan pada tanggal 24 Maret tahun depan," kata pengacara itu.
Dalam putaran terbaru dari ketegangan, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen negara pada hari Senin dan menyerukan pemilu baru.
Namun, langkah tersebut tak berarti banyak untuk menenangkan para pengunjuk rasa anti-pemerintah yang tetap di jalan-jalan.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment