Presiden Prancis Francois Hollande sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap versi Perancis majalah Closer setelah adanya publikasi dugaan ia berselingkuh dengan aktris Julie Gayet, kantor berita Prancis Agence France-Presse melaporkan Jumat.
Seorang anggota dari Presiden itu mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada AFP bahwa "Hollande sangat mengutuk serangan terhadap hak privasi yang ia miliki seperti halnya setiap warga negara lainnya. Ia melihat ke dalam tindakan yang mungkin, termasuk tindakan hukum terhadap publikasi ini (Closer)."
CNN telah mengulurkan tangan pada Hollande dan Gayet untuk berkomentar, tapi belum ada respon.
Tapi direktur majalah, Stefan Haitaian, mengatakan pada CNN bahwa majalah ini dalam proses mencopot berita itu dari situsnya atas permintaan pengacara Gayet.
Pada 01:15 Sabtu (19:15 ET Jumat), berita tentang dugaan hubungan pasangan itu masih terpasang dan terhubung pada situs majalah tersebut.
Menurut AFP, Gayet, yang muncul di salah satu iklan pemilu Hollande tahun 2012, mengajukan keluhan Maret atas rumor perselingkuhannya, yang katanya adalah pelanggaran privasi.
Hollande, 59, tinggal bersama wanita 48 tahun yang merupakan wartawan Perancis dan ibu tiga anak, Valerie Trierweiler.
Presiden itu memiliki empat anak sendiri dari hubungan jangka panjang sebelumnya dengan tokoh politisi Sosialis Perancis Segolene Royal.
Hollande, yang memimpin Partai Sosialis Perancis, terpilih sebagai Presiden pada Mei 2012. Sejak saat itu, popularitasnya telah jatuh.
Sebuah survei bulan lalu oleh organisasi polling Perancis, Ifop, memberi Hollande rating 22%, naik dua poin dari bulan lalu, ketika ia mencapai rating terendahnya.
September lalu, pengadilan Perancis memerintahkan majalah tersebut untuk tidak mendistribusikan atau menampilkan - di media cetak atau online - Foto topless Ratu masa depan Inggris, Catherine, Duchess of Cambridge.
Pengadilan tersebut memerintahkan Closer untuk menyerahkan foto asli ke keluarga kerajaan dalam waktu 24 jam dan membayar dendaa € 2000 (sekitar $ 2700).
Closer dimiliki oleh perusahaan penerbitan Mondadori, yang dipimpin oleh Marina Berlusconi, putri mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment