Setelah bentrok polisi dan pengunjuk rasa, anggota DPR pada Senin malam mealukan revisi anggaran nasional dan memungkinkan peningkatan hingga 44% untuk harga gas bersubsidi dan solar.
Sebelumnya Senin, pengunjuk rasa yang menolak kenaikan bentrok dengan polisi di luar gedung parlemen di Jakarta. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air pada ribuan pengunjuk rasa sebelum legislator memulai voting pada revisi anggaran.
Protes kecil juga terjadi di beberapa daerah lain. Bentrok juga dilaporkan terjadi di Malang,Jawa Timur, Ternate, Kepulauan Maluku dan Provinsi Jambi.
Pemungutan suara ditunda selama berjam-jam karena beberapa partai politik saling melobi, di balik pintu tertutup, dan untuk menekan kenaikan harga BBM. Ketika akhirnya para anggota mencapai kesepakatan, para mahasiswa, yang duduk di depan gedung parlemen, bergandengan tangan dan meneriakkan slogan-slogan.
Revisi anggaran tersebut akan membuat harga minyak meningkat dari 4.500 menjadi 6.500 rupiah dan solar dari 4.500 menjadi 5.000 rupiah. Bank Dunia telah lama mendorong untuk melakukan pemotongan subsidi, yang dikatakan menguntungkan sebagian pemilik mobil pribadi, dan untuk membantu mengurangi tekanan pada anggaran. Peningkatan harga tidak akan mempengaruhi sektor transportasi umum.
Indonesia sendiri sebenarnya merupakan negara produsen minyak. Dan importer minyak pada tahun 2008 dan ditangguhkan keanggotaannya pada OPEC pada tahun 2009. Dan sebenarnya Indonesia masih menikmati harga BBM terendah di dunia.
Pada tahun 2012, Indonesia telah menghabiskan sekitar $ 20 miliar untuk subsidi bahan bakar. Dalam tahun-tahun sebelumnya, lebih banyak dana yang dihabiskan untuk subsidi yang besar daripada dana untuk pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
Revisi anggaran mencakup 9 triliun rupiah sebagai kompensasi untuk membantu mengurangi efek awal dari kenaikan harga BBM.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda kenaikan selama berbulan-bulan dan kemudian menegaskan bahwa parlemen telah membuat dana yang tersedia untuk program handout kas yang akan menguntungkan 15,5 juta rumah tangga.
Bentrokan pada Senin kemarin juga mengingatkan protes serupa bulan Mei 2012, ketika presiden gagal untuk mendapat persetujuan parlemen untuk kenaikan harga.
Setelah berbulan-bulan ketidakpastian, SBY mengatakan dalam sebuah konferensi pers pekan lalu, "Kita harus bersatu untuk melindungi perekonomian kita, kita harus bersatu untuk menghadapi masalah-masalah kita, dan kita harus bersatu ketika terjadi kenaikan harga BBM.".(inpil/auw)
Para pengamat mengatakan bahwa pemotongan subsidi akan meredakan kekhawatiran investor tentang stabilitas keuangan Indonesia. Perdagangan negara dan defisit anggaran yang menggelembung, dan karena mata uang negara kita merupakan salah satu bagian dari negara Asia dengan keuangan terburuk.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment