Home » » Parlemen Venezuela Larang Penggunaan Botol Bayi

Parlemen Venezuela Larang Penggunaan Botol Bayi

Anggota parlemen Venezuela sedang menimbang apakah akan melarang penggunaan botol bayi sebagai bagian dari dorongan untuk mempromosikan menyusui, menurut laporan media pemerintah.


Tindakan tersebut akan diusulkan dalam perdebatan di Majelis Nasional negara Amerika Selatan pada hari Selasa, anggota parlemen Odalis Monzon mengatakan dalam sebuah wawancara dengan VTV yang dikelola negara.

"Setiap bayi memiliki hak untuk dapat menyusui langsung dari ibunya," kata Monzon, anggota parlemen dari partai berkuasa Partai Sosialis Venezuela.

Selain melarang meggunakan susu botol, usulan revisi UU Venezuela  untuk Promosi dan Perlindungan Menyusui juga mencakup rencana untuk menghukum mereka yang mengiklankan susu formula bayi, katanya.

Perusahaan-perusahaan transnasional yang menjual susu formula di pasaran telah mengganggu ikatan penting antara ibu dan anak tambahnya.

"Yang paling penting adalah cinta, hubungan antara ibu dan anak, yang kadang-kadang hilang karena mereka tidak memberi kehangatan dengan menyusui bayinya langsung" kata Monzon pada VTV.

Proposal tersebut mencakup pengecualian bagi ibu yang tidak bisa menyusui karena sakit, kata Monzon. Hal ini juga akan menyediakan penciptaan lebih banyak bank ASI dan mewajibkan perusahaan untuk menyisihkan ruang bagi ibu untuk menyusui.

Dia tidak memberikan rincian secara jelas tentang bagaimana pemerintah akan menghukum orang atau pihak yang melanggar atau apa jenis hukuman yang pelanggar akan hadapi.

Indeks itu telah menuai kritik tajam dari beberapa anggota parlemen, yang berpendapat bahwa pemerintah dapat mempromosikan menyusui tanpa melarang apapun seperti dilansir pada CNN Globovision.

"Ini tidak bisa diterima dan mengkhawatirkan," kata Eduardo Marin, seorang anggota parlemen oposisi untuk Keadilan pihak pertama.

UU 2007 yang Monzon ajukan untuk diubah ditujukan untuk mempromosikan menyusui, Marin mengatakan, tidak "mempertanyakan, stigma dan praktis mengkriminalisasi mereka yang telah memilih untuk melakukan (metode lain) pemberian makan."

Awal bulan ini, Departemen Kesehatan Venezuela mengatakan bahwa 27,1% ibu di negeri ini mampu menyusui benar-benar melakukannya dan pemerintah menargetkan untuk meningkatkan jumlah itu menjadi 70% pada 2019.(inpil/auw)

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS