Julian Assange, pendiri Wikilileaks yang juga menciptakan partai dengan nama yang sama berencana untuk merebut satu kursi dalam pemilihan umum yang berlangsung 7 September mendatang. Namun tampaknya hal itu sedikit tercemar dengan adanya salah satu kandidat lokal memutuskan untuk keluar dari organisasi Partainya.
Assange yang mengetahui keluarnya salah satu kandidat dari partainya mengatakan tindakan Leslie Canold (anggota partai yang keluar) merupakan perbuatan yang tidak demokrtis.
Assange juga memperlihatkan kekhawatiranya keluarnya Canold akan memberi pengaruh pada anggota partai lain untuk melakukan langkah serupa. Dalam surat pengunduran diri yang diberikan Canold, terungkap alasan kenapa dia memilih keluar dari kubu Assange.
“Selama saya percaya di partai ini, demokrasi, transparansi dan akuntabilatas bisa menang. Saya akan berjuang dan bertahan disini,” ungkap Canold dalam suratnya yang dilansir Scotsman, Jumat (23/8/2013).
“Tetapi ketika para anggota partai melanggar aturan partai dan meminta orang lain untuk bergabung secara rahasia untuk menciptakan kekuatan baru dalam tubuh partai. Hal tersebut akan merongrong aturan yang sudah dibentuk sebelumnya dan itu sama sekali tak masuk diakal," lanjutnya.
“Mode seperti ini sama sekali tidak bisa diterima terlebih dari itu partai harus lebih berkomitmen pada terciptanya demokrasi, transparansi dan akuntabilatas,” tutpnya dalam surat pengunduran dirinya.
Sengketa ini sebenarnya berasal dari cara partai Wikileaks dalam memutuskan pendistribusian prioritas suara pada pihak lain terlebih dahulu. Sementara di sistem pemilihan Australia kehilangan senat yang mengarahkan suara kepihak lain, akan membuat anggota calon senat lain yang lebih kuat menang.
Peristiwa ini dipicu oleh Partai Wikileaks yang memerikan prioritas pada partai sayap kanan yang merupakan pendukung kuat Partai Hijau. Peristiwa ini benar-benar membuat kemarahan dalam tubuh partai.
Walau sudah merencanakan perubahan peraturan untuk mempertahankan Canold terhadap prioritas partai tetapi banyak pihak menilai bahwa aksi ini sudah sangat terlambat dilakukan. Itu dibuktikan dengan sudah dihapuskan nama Canold dalam surat suara.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment