Aktivis hak asasi hari ini mengatakan pihak berwenang Suriah telah membebaskan 14 wanita yang ditahan sebagai bagian dari pertukaran tahanan akhir pekan, tetapi lebih dari seratus orang lainnya masih tetap ditahan.
Sembilan sandera asal Libanon yang ditahan selama 17 bulan oleh sebuah kelompok pemberontak di Suriah utara, pada Sabtu pekan lalu telah ditukarkan dengan dua pilot Turki yang ditahan di Libanon sejak Agustus lalu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (23/10).
Pembebasan sejumlah wanita yang ditahan di penjara-penjara pemerintah merupakan bagian dari kesepakatan yang ditengahi Turki, Qatar, dan Libanon.
"Sebanyak 14 wanita yang namanya masuk dalam daftar itu telah dibebaskan pada Selasa malam," kata pegiat Sema Nassar. "Untuk keselamatan mereka sendiri, mereka harus meninggalkan Suriah."
Dia juga menjelaskan para wanita itu masuk dalam daftar 128 nama tahanan wanita yang diserahkan kepada pihak berwenang Suriah sebagai bagian dari perjanjian pertukaran itu.
Nassar mengatakan di antara para wanita yang dibebaskan itu ada seorang pasien kanker yang sebelumnya telah dipenjara dua kali. Suaminya tewas dalam konflik sudah berlangsung selama 31 bulan itu.
"Seorang tahanan lainnya yang dibebaskan adalah seorang pembangkang di mana ayahnya adalah seorang pengacara yang membangkang," ujar Nassar.
Sisanya adalah para pegiat kemanusiaan, di mana dua dari antara mereka tidak pernah melewati proses peradilan.
Tidak ada komentar resmi dari Damaskus terkait pembebasan para tahanan wanita itu.
Para pegiat mengatakan puluhan ribu orang ditahan oleh pemerintah Suriah, di mana banyak dari antara mereka ditahan tanpa melewati proses peradilan. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan penyiksaan dan perlakuan yang buruk merupakan suatu hal yang biasa di penjara-penjara Suriah.(inpil/auw)






0 comments:
Post a Comment