Home » , , » Dianggap Neo Nazi, Pemain Ini Tak Boleh Ikut Bertanding

Dianggap Neo Nazi, Pemain Ini Tak Boleh Ikut Bertanding


Pemain Kroasia Josip Simunic akan absen di Piala Dunia setelah dilarang bermain dalam 10 pertandingan oleh FIFA untuk nyanyian nya yang 'pro-Nazi' saat ia merayakan kualifikasi negaranya ke putaran final di Brasil tahun depan.


Komite disiplin FIFA mengatakan Senin bahwa nyanyian Simunic menyusul kemenangan Kroasia 2-0 atas Islandia dalam pertandingan playoff bulan lalu - yang "diskriminatif dan menyinggung martabat sekelompok orang tentang ... ras, agama atau asal."

Simunic 35 tahun meraih mikrofon di akhir pertandingan di Zagreb pada tanggal 19 November dan berteriak keras "za dom" - diterjemahkan dari Kroasia sebagai "tanah air" - dengan orang-orang menjawab "spremni", yang berarti "siap", empat kali sebagai respon.


"Komite mencatat bahwa pemain, bersama-sama dengan orang banyak, berteriak salut Kroasia yang digunakan selama Perang Dunia II oleh gerakan fasis "Utasme"" demikian pernyataan di situs resmi FIFA.

"Mengingat gravitasi dari insiden itu, panitia memutuskan untuk memberhentikan pemain selama sepuluh pertandingan resmi," pernyataan itu melanjutkan, menambahkan ketentuan bahwa larangan tersebut akan berlaku hanya dari awal Piala Dunia Juni mendatang.


Simunic juga telah dilarang dari stadion manapun dalam pertandingan yang sedang dimainkan dan telah didenda 30.000 franc Swiss ($ 33,530).

Simunic, yang lahir di Australia, selalu membantah nyanyian itu memiliki konotasi fasis.


"Saya lahir dan dibesarkan di negara-negara dengan sistem demokrasi Barat dan segala bentuk intoleransi atau kefanatikan yang aneh bagi saya dan bukan merupakan bagian dari sistem pribadi saya," katanya kepada situs resmi federasi sepakbola Kroasia.

"Selain itu, saya telah mengabdikan seluruh hidup saya untuk melakukan apapun yang saya bisa untuk membantu negara saya, Kroasia, dan saya"

Bek Dinamo Zagreb Simunic menghabiskan sebagian besar karirnya di Bundesliga Jerman dan membuat debut internasional untuk Kroasia pada tahun 2001.

Kroasia sebelumnya juga dicekal dari dua badan sepakbola yakni Eropa UEFA dan FIFA atas tindakan pendukungnya di masa lalu.


UEFA memberi sanksi federasi Kroasia dengan tiga tuduhan selama Euro 2012 yang melibatkan gangguan kerumunan dan perilaku rasis oleh fans ketika keluar di babak grup.

Badan Dunia FIFA juga telah bersikap keras terhadap rasisme dengan presiden Sepp Blatter mendirikan pasukan khusus awal tahun ini setelah beberapa insiden profil tinggi.(inpil/auw)




0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS